Siapa Yang Salah Kalau Kami Mencontek?
Nyontek , wah wah wah
!! Udah gak asing di kalangan siswa .. Nyontek boleh, yang penting gak ketahuan, hehe.. Siswa sekarang, lebih mengutamakan nilai yang besar ketimbang pemahaman yang harus dimengerti. Tapi, sebenarnya seberapa besar kesalahan kami apabila kami mencontek?
Kata guru, kalau nyontek :
1. Tambah malas
2. Si pemberi contekan gak kasihan sama yang dikasih contekan
3. Gimana Indonesia bisa berkembang kalo di bidang pendidikan siswa masih mencontek
4. Guru gak tahu, tapi Tuhan pasti tahu.
5. Nilai yang besar, belum tentu menjamin kehidupan yang sejahtera.
dan bla bla bla … banyak sekali nasihat dari guru!!!
Nb : Maaf !! Kami gak butuh cuma nasihat aja. Kami manusia biasa, pasti ada salahnya dan pasti ada khilafnya (salah satunya berani mencontek, hehe).
Kata Orang Tua :
(A) : Biar gak nyontek pas ujian, sini Ibu dan Ayah temenin belajar. Kalau ada yang gak bisa, kita pecahin bareng- bareng. Jangan lupa selalu ikhtiar dan berdo’a!
(B) : Jangan nyontek, belajar yang bener! Jangan Main saja!
(C) : Nyontek boleh sekali, kali. Asal jangan keterusan. Entar Berabe!
(D) : Kalau pusing, nyontek aja ke temen yang gak pelit. Tapi, hati- hati jangan ketahuan. Dulu, Ibu dan Ayah juga seperti itu. Di maklum!
dan banyaaaaaaakkkkkk banget kata- kata bijak dari Orang tua. Tapi yang mana yang bikin kita punya prinsip “STOP MENCOTEK” ??
Hmm, sebenarnya, alasan apa sih yang membuat siswa lebih semangat mencontek ketimbang mengerjakan sendiri? Ya, salah satunya adalah kemungkinan salah jadi semakin menipis, dengan cara voting jawaban ke teman- teman.
Tapi Tapi Tapi …
1. Kalau semua siswa khususnya di Indonesia bisa sadar,, (*tapi kapan ?????????????)
2. Kalau Orang Tua selalu memotivasi anak dan memberi arahan agar tidak takut menghadapi ujian dengan kemampuan sendiri
3. Kalau guru itu menjelaskannya dengan teknik menarik yang membuat siswa mengerti dengan pelajaran yang diajarkan dan juga selain mengerti, teknik pengajarnya membuat pelajaran yang diajarkan mudah sekali diingat dan sulit dilupakan
4. Kalau semua guru menyenangkan, friendly dengan siswa saat pelajaran diterangkan
5. Kalau ruangan dilengakapi sarana dan prasarana yang membuat siswa takut untuk mencontek
6. Kalau semua guru tegas dalam memberi sanksi bagi semua siswa yang mencontek (jadi guru Killer pas jadi pengawas ujian aja)
Kami gak akan berani nyontek. Minimal, kami terpaksa menghapal materi yang akan diujikan. Atau setidaknya selalu memperhatikan guru saat menerangkan. Jadi, apa kami salah 100% ???
Ulangan ataupun ujian akan kami anggap mudah, kalau kami memang benar- benar mengerti. Tapi, kami akan mengerti kalau … (**tergantung penilaian dan pemikiran masing- masing)
8 Juni 2009
Hari Pertama, Ujian Kenaikan Kelas (Tahun Pelajaran: 2008/ 2009)
Nyontek , wah wah wah !! Udah gak asing di kalangan siswa .. Nyontek boleh, yang penting gak ketahuan, hehe.. Siswa sekarang, lebih mengutamakan nilai yang besar ketimbang pemahaman yang harus dimengerti. Tapi, sebenarnya seberapa besar kesalahan kami apabila kami mencontek?
Kata guru, kalau nyontek :
1. Tambah malas
2. Si pemberi contekan gak kasihan sama yang dikasih contekan
3. Gimana Indonesia bisa berkembang kalo di bidang pendidikan siswa masih mencontek
4. Guru gak tahu, tapi Tuhan pasti tahu.
5. Nilai yang besar, belum tentu menjamin kehidupan yang sejahtera.
dan bla bla bla … banyak sekali nasihat dari guru!!!
Nb : Maaf !! Kami gak butuh cuma nasihat aja. Kami manusia biasa, pasti ada salahnya dan pasti ada khilafnya (salah satunya berani mencontek, hehe).
Kata Orang Tua :
(A) : Biar gak nyontek pas ujian, sini Ibu dan Ayah temenin belajar. Kalau ada yang gak bisa, kita pecahin bareng- bareng. Jangan lupa selalu ikhtiar dan berdo’a!
(B) : Jangan nyontek, belajar yang bener! Jangan Main saja!
(C) : Nyontek boleh sekali, kali. Asal jangan keterusan. Entar Berabe!
(D) : Kalau pusing, nyontek aja ke temen yang gak pelit. Tapi, hati- hati jangan ketahuan. Dulu, Ibu dan Ayah juga seperti itu. Di maklum!
dan banyaaaaaaakkkkkk banget kata- kata bijak dari Orang tua. Tapi yang mana yang bikin kita punya prinsip “STOP MENCOTEK” ??
Hmm, sebenarnya, alasan apa sih yang membuat siswa lebih semangat mencontek ketimbang mengerjakan sendiri? Ya, salah satunya adalah kemungkinan salah jadi semakin menipis, dengan cara voting jawaban ke teman- teman.
Tapi Tapi Tapi …
1. Kalau semua siswa khususnya di Indonesia bisa sadar,, (*tapi kapan ?????????????)
2. Kalau Orang Tua selalu memotivasi anak dan memberi arahan agar tidak takut menghadapi ujian dengan kemampuan sendiri
3. Kalau guru itu menjelaskannya dengan teknik menarik yang membuat siswa mengerti dengan pelajaran yang diajarkan dan juga selain mengerti, teknik pengajarnya membuat pelajaran yang diajarkan mudah sekali diingat dan sulit dilupakan
4. Kalau semua guru menyenangkan, friendly dengan siswa saat pelajaran diterangkan
5. Kalau ruangan dilengakapi sarana dan prasarana yang membuat siswa takut untuk mencontek
6. Kalau semua guru tegas dalam memberi sanksi bagi semua siswa yang mencontek (jadi guru Killer pas jadi pengawas ujian aja)
Kami gak akan berani nyontek. Minimal, kami terpaksa menghapal materi yang akan diujikan. Atau setidaknya selalu memperhatikan guru saat menerangkan. Jadi, apa kami salah 100% ???
Ulangan ataupun ujian akan kami anggap mudah, kalau kami memang benar- benar mengerti. Tapi, kami akan mengerti kalau … (*tergantung penilaian dan pemikiran masing- masing).
8 Juni 2009
Hari Pertama, Ujian Kenaikan Kelas (Tahun Pelajaran: 2008/ 2009)
Diskusi
Teman XI IPA 3 SMAN 13 Bandung!!
Masih belum puas mendiskusikan tentang “PACARAN” ?? Nah disini tempatnya kita berantem, (Tak ada yang larang
). Dari pada di kelas, ribut saat pelajaran. Bener gak?? Tapi tetep PEACE !!
Nah, bagi anda semua yang mengunjungi blog a’Miey of WordPress ini , boleh ikutan berdiskusi tentang baik/ buruknya ataupun komentar mengenai “PACARAN” di mata anda semua. Jangan sungkan, jangan ragu! Ditunggu ya ..
Ide
Ami lagi kebingungan nih!
Gimana caranya nge daur ulang :
“BOTOL- BOTOL AIR MINERAL”
yang berceceran di kamar ami.
(
ami bingung, amu di jadiin apa. kalo dijual, terlalu murah. kalo enggak, kamar ami bisa jadi penampungan sampah botol mineral!
jadi, mending di daur ulang kan??
tapi, mau di gimanain dan ajdi apa??
ada yang bisa kasih ide gak??
Thank’s buat semua!! :->
Silakan Memberikan Ide …
Jeritan
Saat jantung mulai berdetak
Hati merasa akan sempurna
Saat mentari mulai menyambut
Hati merasa akan menduka
Hati yang mulai tersudut
Akhirnya lemah meleleh
Bagai lilin
Yang tak kuasa menahan sentuhan api
Tetesan air mata
Menusuk hati yang gemulai
Merusak otak yang berpikir
Menghapus rasa yang percaya
Adakah sesuatu yang dapat menggetakkan hati?
Yang akan membuat perbedaan
Bukan dengan duka
Bukan dengan luka
Luka ini
Tetap jadi derita, tetap jadi ratapan
Mungkin berakhir,
Saat terbebas dari sekelilingnya
..5 April 2008..
Kesehatan
BAWANG PUTIH UNTUK BRONKHITIS
Bronkhitis mungkin bisa dianggap ringan bagi kita yang tidak mengalaminya. Padahal penderita bronkhitis bagaikan dipenjara rasa gatal pada tenggorokannya. Setiap batuk dada terasa ditekan. Pokoknya gak enak banget.
Orang berpikir mengobati penyakit bronkhitis harus mengeluarkan uang banyak. Sebenarnya tidak. Kita bisa mengobatinya tanpa bantuan medis, alias dengan cara tradisional.
Tahu bawang putih? Nah, dengan harga hanya seratus rupiah kita bisa mendapatkan bawang putih. Berbeda dngan obat bronkhitis yang harganya mungkin 1000 kali lipat dari bawang putih.
Lalu bagaiman cara mengolahnya? Mudah saja. Caranya:
1. Siapkan 5 siung bawang putih dan 2 gelas air putih
2. Didihkan bawang putih pada air tersebut, hingga airnya berkurang karena diserap bawang (gambaran: asalnya takaran 2 gelas air menjadi takaran 1 gelas air)
3. Dinginkan
Setelah mengolahnya, bagaimana pengobatannya? Air bekas didihan tersebut diminum sampai habis. Bawangnya digosokan pada dada. Dalam waktu kurang lebih 1 minggu, penyakit bronkhitis tersebut, Insya Allah tidak akan terasa lagi.
Selain bronkhitis segala macam bentuk batuk bisa diobati dengan waktu yang tidak terlalu lama. Insya Allah…
Selamat mencoba.
Sumber dari Ibuku Tercinta. Thanks for you, mom !!
(Ami pernah tulis artikel ini di “Majalah Muslimah No. 56 Tahun V Shafar 1428H, Maret 2007.” Dalam Rubrik “Kudu Tahu”.)
Profile
AMI. Lahir pada tanggal 20 Maret 1992 di Bandung. Sekarang duduk di kelas XI IPA 3, SMA Negeri 13 Bandung. Hobby menulis.

Januari 27, 2009 pada 2:08 am
idihh..narsis !!
Februari 1, 2009 pada 5:14 am
hah !!!
itu profile ,
atow pengumuman di spikkerr ???
aneh c kamuh mah !!
Februari 1, 2009 pada 5:23 am
biarin attuh !
biar exisssss… !!!
Februari 13, 2009 pada 11:53 pm
hehehe… 1992… beda 9 tahun… *gakpentingbgt*
Februari 14, 2009 pada 10:47 pm
mundur 9x
.92
.91
.90
.89
.88
.87
.86
.85
.84
.83
berarti lahir taun 83 dumz ??
hhe
*merasa sangadh muda*
Februari 22, 2009 pada 6:27 am
Kok profile teh mani dikit?
Tambahin atuh biar banyak yg ketahui tentang kamu:D
Februari 22, 2009 pada 9:56 am
Biar org2 pada penasaran !
wkwkwk
April 20, 2009 pada 2:02 am
Hellow.. I wanna be Ur frn,
Mei 11, 2009 pada 11:55 am
iya miey,,tambahin jua no phone kamu biar ntar aku santet…wkwkwkwkwkwkw
Juni 1, 2009 pada 10:53 am
wew, u’re so young…!!
salam kenal,,
Juni 8, 2009 pada 10:08 am
narsis banget sih
kamu
November 21, 2009 pada 10:51 pm
woloh! bkan profile ini mah! tp ctatan kaki.. wakakak